Thursday, 29 December 2011

sebuah hikayat ??

assalamualaikum w.b.t
*ta jawab berdosa..klo jawab tanda ye sayang*

fuh! fuh! eh ni bukn rancangan FUH! yg kt tv3 tu tau..just blog ni hah yg da berhabuk..
minta maaf sangat2 zahir dan batin kt spe yg da hampir berjanggut dok melangut kt dpn komputer
tu hah..tggu org renew entry ..ishx smbil melalak nyanyi lagu aishiteru lagi tu 
;menunggu sesuatu yang amat menyebalkan bagiku;

#sudah2 la tu aifaa bermimpi di tengah hari buta ni mcm la de org kemaruk nk baca blog ni#

act..saya ni org ye buzybody skit..eh silap bukan busybody sibuk tau pasal rumahtangga org tu
tapi ..saya sibuk sikit...sibuk pe ye ntah la
mybe sbb apabila komputer di'ambil alih' oleh adik org yg nakal tahap petala kelapan tu kot..

okay la..hari ni saya nk share something*bkn ke sharing is caring and caring is loving*..
tentang sebuah cerita benar then diadaptasikan menjadi komik ..


The Pious Student



A student was once studying in Delhi. The night had already set in, as he sat alone in the mosque.
Studying by the lamp's flame

 

In the same locality a young lady was on her way to visit her relatives.
However, a riot broke out and the streets were not longer safe.

The young lady could find no place of refuge except this
very  mosque..

When the student saw her, he ordered to leave immediatly

He told her "it is not appropriately for you to remain here because
if the local people see you here then this will be a cause for my disgrace,
they will remove me from the masjid and this will cause harm to my studies.

"A riot has broken out in the locality
and if I leave the masjid I fear that I would be dishonored ",
replied the young lady.


Upon hearing these words, the student kept quiet and asked herto sit in one corner.
Thereafter the student returned to his corner and engaged himself
in studying in whole night.


While studying , he would momentarily place his finger-tip on the
flame of his lamp.


The young lady had been carefully observing this.


Slowly the night has brunt away. At break of dawn, the student told the young lady.
"The riot has subsided and the road is safe. Let me take you to your home"

The young lady said," I will not return home until you reveal to me,
the secret for repeatedly placing your finger-tip on the flame of your lamp".

While he just said," you should not concern yourself wit that".


Nevertheless, the young lady persisted in her request.
The student finally said,
"the devil repeatedly whispered into my heart and encourage me to do evil with you.
Hence I placed my finger tip on the flame and
addressed myself thus :


"When you cannot bear the heat of the fire of this world, then how will you ever bear
the painful fire of jahannum??...
Allah,Though His Grace protected me"

Hearing this, the young lady returned home.


She was a daughter of wealthy person and she was about to be engaged to a son
of  other wealthy person.

After that incident she refused the propasal and said:
"I desire to marry a certain student who lives in such and such of a masjid."


Her parent and relatives started to convince her and many began entartaining bad thoughts
about her.When she observed this,
she explained to them the entire incident...and said
" I will only marry him because he has the fear of Allah in his heart..and
whoever fear Allah cannot harm to anyone."


Finally...



People marry for 4 Reasons:

beauty
wealth
social status
faith
so,

marry for faith that you will HAPPY..
 -Hadeeth-


what will be your reason??


that's all from me...
thank you very much..
for readings...
n assalamualaikum :P









Wednesday, 28 December 2011

copyNpaste [^_^] v

 Ketika ku baca firmanNya;

“Sungguh tiap mukmin bersaudara.”
Aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
Tak perlu, kerana ia hanyalah akibat dari iman.

Aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang
Dalam dua detik, dua detik saja
Aku telah merasakan perkenalan

Bahkan kesepakatan
Itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
Dengan iman yang menyala; mereka telah muafakat
Meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat

Ya, kubaca lagi firmanNya;

“Sungguh tiap mukmin bersaudara.”
Aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
Kerana saat ikatan melemah

Saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan

Saat kebersamaan serasa seksaan
Saat pemberian bagai bara api

Dan saat kebaikan justeru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu terlebih sering; imanku lah yang compang-camping

Kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang
Dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“Para kekasih pada hari itu,”

“Sebagian menjadi musuh sebagian yang lain,”
“Kecuali orang-orang yang bertaqwa”.

(Salim A. Fillah)


Firman persaudaraan (Hujurat ayat 10) itu seandainya aku fahami dengan erti kata yang sebenarnya, mengajari aku bahawasanya kita bukanlah pejuang ukhuwah, tetapi kita adalah pejuang iman.

Maka jika yang ku fahami itu tepat, maka bila berlaku apa-apa masalah ukhuwah dalam saff perjuangan, meski terkadang kita cenderung untuk pantas merawat; namun dengan sebenarnya kita sama sekali tidak perlu bersusah payah untuk membaiki masalah ukhuwah itu. Di alam realiti nyata teramat sukar untuk dilaksanakannya.

Tetapi, yang lebih utama untuk kita melakukan ialah memperjuangkan kembali keimanan dalam diri yang sedang bertelagah itu. Mengingatkan kembali pada keimanan. Justeru hanya keimananlah yang akan mampu menyatukan hati-hati yang terbelah-bahagi.

Ingatkah pada ayat-ayat ini?

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang.

Katakanlah:
“Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan RasulNya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.
(Anfal 8:1)

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu.  Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(Nisa 4:59)

Firman Allah swt banyak memperlihatkan kita dengan pelbagai masalah ukhuwah dalam saff muslimin di bawah jagaan Rasulullah saw sendiri; dan justeru membuka jalan solusi yang sebenarnya.

Kerana ukhuwah hanyalah akibat dari iman. Maka masalah ukhuwah tidak perlu diuruskan secara luaran. Kerana hanya iman yang mampu menguruskan perasaan.

Yang lebih utama untuk kita lakukan ialah mengingatkan kembali pada keimanan dalam jiwa-jiwa yang sedang bertelagah. Justeru hanya dengan cara keimanan yang akan mampu menyatukan hati-hati yang terbelah-bahagi; dalam sekecil-kecil masalah ukhuwah di tahap usrah dan individu, mahupun sebesar-besar masalah ukhuwah di tahap jemaah dan kepimpinan.


Tuesday, 6 December 2011

ehemm..

assalamualaikum w.b.t...

apa khabar kawan2 semua?? Alhamdulillah kita semua masih bernafas dengan atom2 oksigen lalu menghembuskan karbon dioksida..(peliknya gne b.melayu) tanpa kita sedar Allah mengaturkan segala-galanya untk kte semua..tdk kira beriman atau tdk seseorg itu...Sesungguhnya Allah Maha Pemurah..kan


just say ALHAMDULILLAH today....

ngee~